BBM Naik, Properti Kelas Bawah paling Terkena Imbasnya

Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan berpengaruh kepada naiknya harga jual barang-barang termasuk sektor properti.  Menurut, Ketua DPD Real Estate DKI Jakarta Amran Nukman, jika BBM benar-benar naik, yang paling terpukul adalah perumahan kelas bawah.

“Jika BBM naik, maka yang paling kena imbas adalah properti kelas bawah yang harga di bawah Rp1 miliar. Karena pasti daya beli berkurang,” kata dia dalam acara Coffe Morning di Jakarta, Senin(13/10/2014).

Kalau untuk pasar menengah, lanjut Amran, mungkin tidak terlalu terpengaruh karena kalangan menengah atas masih bisa mengkalkulasikannya. Namun, yang unik justru adalah pasar kelas atas. Menurut Amran, pasar kelas atas justru sama sekali tidak akan terganggu dengan kenaikan BBM ini.

adsense-fallback

“Untuk rumah atau apartemen seharga Rp5 miliar selalu saja ada pembelinya. Dan mereka belinya tidak cuma satu. Bisa sampai tiga atau lima” kata Amran.

Amran mengakui, dari segi pengembang tentunya akan melakukan revisi harga terkait kenaikan BBM ini.

“Kenaikan BBM ini yang kita tunggu. kita kan di bisnis ini sedang hitung budget, nah kita tunggu ini kenaikannya berapa? Jokowi ini beraninya berapa? Membuat budget itu, komponen utamanya dari BBM ujung-ujungnya pengaruh ke harga jual,” tanyanya.

Meski begitu, ia mengatakan, kenaikan BBM ini tidak lantas memberikan dampak 100 persen pada properti. “Tidak terlalu, karena kalau pada properti biasanya yang paling terpengaruh jika ada kenaikan harga lahan” tutup dia. (rzy/okezone/sbb/dakwatuna)

adsense-fallback