Hemat Listrik, Tabungan pun Meningkat

adsense-fallback

Hemat Listrik, Tabungan pun Meningkat

Rumah Pantura – Rumah sehat seringkali didefinisikan sebagai rumah yang bersih, indah, aman dan menarik. Namun, pengertian rumah sehat tidak hanya sebatas pada hal-hal tersebut tentunya, karena meurut Ligwina Hananto, konsultan keuangan dari QM Financial Consultant, rumah yang sehat juga berarti rumah yang pengaturan keuangannya berjalan lancar yang bisa diukur dengan adanya alokasi dana untuk tabungan keluarga.

Masalahnya, seringkali kita menemukan keluarga yang sulit untuk menyisihkan pemasukan rumah tangganya untuk ditabung. Kebanyakan mengeluh besarnya pengeluaran rutin rumah tangga membuat mereka sulit untuk menabung, dan tagihan listrik menjadi salah satu sumber terbesar pengeluaran rutin rumah  tangga.

adsense-fallback

Listrik memegang peranan penting di dalam sebuah rumah. Untuk menghadirkan rumah yang nyaman, segala perabot  utama di dalam rumah membutuhkan listrik sebagai bahan bakarnya. Tak heran, jika seringkali listrik disebut-sebut sebagai penguras anggaran rumah tangga.

Cara Menghemat Listrik

Jika kita berpikir untuk menghemat tagihan listrik, cara yang seringkali disarankan adalah dengan menghemat penggunaannya. Tidak salah memang, namun, sebenarnya ada satu cara cerdas bagaimana memangkas biaya tagihan listrik, yaitu dengan menerapkan perilaku efisien dalam menggunakan listrik.

Dengan efisien dalam menggunakan listrik, Anda tidak perlu mendadak pelit karena melakukan penghematan besar-besaran. Tapi, demgam sedikit perubahan saja yang tidak berdampak terlalu besar dalam kehidupan sehari-hari, Anda dapat memangkas tagihan listrik yang kemudian dapat menambah alokasi dana untuk tabungan keluarga hingga 10%.

4 Cara Efisiensi Listrik

Efisiensi Lampu

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk memangkas pengeluaran biaya listrik adalah dengan mengganti lampu pijar menjadi lampu hemat energi, seperti LED. Energi 100 watt pada lampu pijar setara dengan 5 watt lapu LED. Untuk menerangi suatu ruangan, umumnya LED hanya membutuhkan 0,1 watt. Artinya, konsumsi energi yang Anda butuhkan akan terhemat hingga 80%.

Selain itu, LED memiliki umur pemakaian yang jauh lebih panjang dari lampu pijar biasa. Sebuah lampu  LED rata-rata bisa bertahan sampai 50.000 jam, hal ini berarti lampu tersebut bisaa dipakai selama 10 tahun jika dipakai 12 jam sehari. Sedangkan, lampu pijar hanya bertahan 500-1000 jam saja. Umur pakai yang sangat panjang dari lampu LED membuat Anda tidak perlu lagi mengganti lampu dalam waktu yang cukup lama yang tentunya kembali menghemat pengeluaran Anda.

Perlu untuk diketahui, selain lebih hemat lampu LED juga lebih sehat. Kebanyakan lampu pijar diketahui mengkonersi sebagian besar energi listrik menjadi panas. Sedangkan lampu LED mengubah hanpir semua energi menjadi cahaya. LED membangkitkan hanya 30% panas dibanding teknologi pencahayaan biasa. Dengan panas yang rendah, LED aman untuk disentuh dan tidak menghasilkan sinar ultra violet ataupun merkuri yang dapat merusak kulit melalui radiasinya.

Dengan hanya mengubah bohlam menjadi lampu ramah lingkungan seperti LED dan mematikan lampu saat tidak digunakan, maka Anda akan memiliki lampu yang sehat, hemat energi, dan juga hemat biaya.

Efisiensi Kulkas

Cara kedua menghemat biaya listrik yang Anda dapat lakukan adalah dengan melakukan efisiensi pada kulkas Anda. Pertama, atur suhu kulkas pada suhu ideal yang berada pada kisaran 2-4 derajat celcius. Sedangkan untuk freezer, atur pada suhu ideal -17 sampai -15 derajat celcius. Kedua, sebaiknya ganti kulkas yang sudah tua, yang dibeli tahun 2001 dan sebelumnya dengan kulkas baru. Hal ini mengingat dalam 10 tahun, kulkas mengalami peningkatan kebutuhan daya hingga mencapai 75%. Sementara, kulkas baru dengan standar hemat energi dapat menghemat biaya hingga 20%.

Ketiga, kurangi frekuensi membuka pitu kulkas, hampir 7% energi akan terbuang jika pintu kulkas terlalu sering atau lama dibuka. Selain itu, untuk setiap menit Anda membuka pintu kulkas, akan diperlukan tiga menit full energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.

Keempat, tempatkan kulkas minimal 15 cm dari tembok rumah dan jauhkan dari sumber panas, seperti kompor, sinar matahari, maupun radiator, karena hal tersebut dapat berpengaruh besar pada penarikan energi listrik.

Kelima, jangan mengisi kulkas terlalu penuh. Hal ini dapat menghbat peredaran udara dingin yang mengakibatkan beban kerja kulkas lebih berat. Dan keenam, jangan langsung memasukan makanan yang masih panas ke dalam kulkas. Dengan melakukan hal-hal di atas, Anda dapat menghemat biaya pengeluaran listrik yang bersumber dari kulkas.

Efisiensi AC dan Perangkat Elektronik

Efisiensi AC

Ketiga, efisiensi dalam penggunaan AC menjadi cara lainnya dalam menghemat biaya listrik. Cara yang dilakukan adalah dengan mengatur suhu AC pada suhu ideal. Dalam mengatur suhu AC, Anda perlu mengetahui bahwa setiap menrurunkan 1derajat celsius pada AC, daya listrik akan bertambah sebanyak 6%. Oleh karena itu atur suhu ideal pada kisaran 24-25 derajat celcius suhu ideal akan terasa optimal, jika ruangan tertutup rapat. Oleh karenanya, jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda.

Selain itu, jangan lupa untuk mematikan AC ketika tidak digunakan. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Pasanglah timer sesuai dengan kebiasaan Anda sehingga pemakaian dapat lebih sesuai dengan kebutuhan. Dan jangan pula sering menyalakan AC lalu mematikannya karena setiap tarikan awal dari alat ini memerlukan daya yang cukup tinggi. Terakhir, jangan lupa untuk rajin membersihkan filter AC setiap dua minggu sekali dan kondensor serta coil AC setiap tiga bulan sekali secara teratur, karena pemborosan energi AC juga disebabkan oleh keadaan AC yang kotor. Dengan dibersihkan secara rutin, listrik akan lebih hemat hingga 15%.

Efisiensi Perangkat Elektronik

Terakhir, pangkas pengeluaran biaya listrik Anda dengan efisien dalam menggunakan perkakas elektronik. Matikan semua alat elektronik saat tidak lagi digunakan dan jangan lupa untuk mencabut kabel listrik dari stop kontak saat selesai digunakan. Hal inimengingat energi listrik masih terus terserap ketika kabel masih tersambung atau dalam posisi stand by. Dan sebaliknya gantilah komputer desktop Anda dengan laptop karena screen saver pada layar komputer Anda memakan energi lima kali lebih besar daripada laptop. (Rivanie Novalia (vania@tabloidrumah.com))

Judul Artikel : Hemat Listrik, Tabungan pun Meningkat

adsense-fallback