Memilih Warna kamar Untuk Merangsang Kreativitas Anak (2)

adsense-fallback

Memilih Warna kamar Untuk  Merangsang Kreativitas Anak (2)

Warna, asesoris, dan tokoh idola bisa menghadirkan suasana tersendiri di kamar anak.

baca : Memilih Warna kamar Untuk  Merangsang Kreativitas Anak (1)

adsense-fallback

Pilihan Warna

Langkah awal yang perlu Anda lakukan untuk mendekorasi kamar anak Anda adalah menentukan warna dominan. Kendati masih sulit dipahami, masyarakat umum tampaknya sudah menerima anggapan bahwa warna mempunyai pertalian erat dengan kepribadian. Pada orang dewasa, warna didaulat mampu mempengaruhi mood dan perasaan.

 Sebenarnya penelitian pada aspek psikologi dari warna sulit dipatok dengan alasan bahwa emosi manusia tidak stabil dan psikis manusia bervariasi tiap individu. Namun demikian ada beberapa reaksi umum dan universal dari warna yang dikenal pada sebagian besar orang.

Jika pada orang dewasa warna mempengaruhi mood pada suatu waktu, pada anak-anak warna mempengaruhi pembentukan kepribadian yang sifatnya lebih permanen.

Menurut Julia Cecilia (desainer interior), kamar anak sebaiknya berwarna, karena warna akan merangsang kreativitas dan imajinasi anak. Secara umum, masih menurut Julia, warna yang cerah akan merangsang tingkah laku aktif, sementara warna pastel (terang, polos) bersifat menenangkan. Ingatlah bahwa efek awal dari warna berbeda dibandingkan efek ketika anak Anda telah berada di ruang itu dalam jangka waktu yang lama.

Karena itu menurut Julia, warna yang cocok untuk bayi di bawah usia 5 tahun adalah warna-warna pastel, yang diharapkan bisa memberikan ketenangan. Setelah melewati usia itu biasanya anak-anak akan menyukai warna yang lebih cerah dan kuat.

Namun baik menggunakan warna pastel atau warna kuat, kamar anak juga membutuhkan focus of interest (bagian yang menjadi fokus dalam sebuah ruangan). Anda bisa membuatnya dalam bentuk pembedaan warna cat pada salah satu dinding, mengecat plafon dengan cat efek (misalnya efek awan), atau bahkan melukis dinding dengan gambar-gambar pemandangan. Atau jika ada mainan dengan berbagai macam warna, pajanglah mainan tersebut sedemikian rupa sehingga mainan tersebut menjadi focus of interest.

Menurut Julia, ada beberapa warna yang perlu dihindari untuk dekorasi kamar anak-anak. Warna-warna tersebut adalah: abu-abu, coklat tua dan hitam. Sekalipun memiliki “warna”, ketiganya dipandang tidak sanggup membangkitkan imajinasi anak. Secara umum, warna-warna tersebut juga mengesankan kesuraman. Kita tak pernah ingin anak-anak menghabiskan hari-harinya dengan nuansa lingkungan yang suram, bukan? Kita selalu ingin melihat mereka bertingkah ceria. Bahkan, kita harap keceriaan mereka akan menular, menjadi inspirasi dan motivasi Anda, para orang tua.

Jika Anda tidak memiliki keahlian dalam memadukan warna, pilihlah dua macam warna cerah yang cocok. Kalau Anda cukup yakin mampu memadukan warna dengan baik, Anda bisa menggunakan tiga warna. Tidak ada patokan soal warna apa yang cocok. Yang penting Anda memilihnya pada gradasi yang tepat. Misalnya, hijau pada gradasi tertentu, sangat cocok dengan kuning pada gradasi tertentu pula. Tetapi jika Anda salah memilih gradasi kedua warna tersebut bisa terlihat sangat tidak cocok. Untuk amannya, Anda bisa memilih warna-warna alam, seperti hijau, biru, merah, atau kuning. Permainan warna ini bisa Anda terapkan pada cat dinding maupun asesoris seperti seprai, bed cover, hiasan dinding, tirai, keset, karpet, tempat sampah, dll.

Hadirkan Tokoh

Di atas usia balita, menurut Julia Cecilia (desainer interior), seorang anak umumnya sudah memiliki tokoh favorit. Tokoh ini bisa didapat dari mana saja, seperti film atau buku cerita. Industri informasi dan hiburan menyuburkan penokohan dan afiliasi minat anakanak seperti itu.

Mendekati usia praremaja (kira-kira antara 9-13 tahun), anak sudah memiliki beragam hobi, seperti bermain basket, bermain alat musik, dll. Dalam kondisi seperti ini, tokoh idolanya tidak lagi didapat dari film, melainkan tokoh atau benda yang benar-benar nyata

Jika anak Anda menyukai permainan bola basket misalnya, Anda bisa memasangkan wallpaper bergambar pemain basket ternama. Atau jika anak Anda senang bermain piano, Anda bisa memilihkan bed cover bergambar not balok. Atau, ada juga anak-anak yang menyukai hewan tertentu. Anda bisa menghiasi kamarnya dengan berbagai macam gambar dan bentuk hewan tersebut.

Menghadirkan sebanyak mungkin kesukaan di rumah atau kamar pribadi anak-anak adalah cara paling dasar untuk membuat mereka merindukan rumah. Tatawarna dengan penataan ruang yang tepat adalah elemen utama menuju ke sana. (Tabloid Rumah)

Judul Artikel : Memilih Warna kamar Untuk  Merangsang Kreativitas Anak (2)

adsense-fallback