Prinsip Kerja Ramah Lingkungan Untuk Tukang Bangunan

adsense-fallback

Dalam  proses pelaksanaan konstruksi  perlu menerapkan pola bijak guna lahan, hemat air, hemat energi, kurangi limbah/hemat bahan serta menjaga kualitas udara bersih dan segar

Pelaku pelaksana konstruksi dalam hal ini berperan signifikan dalam upaya mereduksi emisi gas rumah kaca melalui penerapan prosedur atau manajemen konstruksi berbasis “hijau”. Para pelaku tersebut di antaranya meliputi para pekerja, tukang, sampai tenaga ahli manajemen konstruksi. Upaya penghematan air, energi (listrik, BBM), bahan bangunan (semen, batu bata, dll), serta meminimalisir limbah menjadi tindakan prioritas dalam kontribusinya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Jumlah tukang dan pekerja bangunan di Indonesia yang kini mencapai sekitar 5,7 juta orang dalam berbagai bidang bila diequivalensikan dapat mengurangi “ceceran” semen sekitar 2 kg dalam sehari misalnya, maka secara keseluruhan dapat mengeliminasi emisi CO2 sebesar sekitar 3 juta ton CO2 per tahun. Belum lagi apabila mereka mampu menghemat pemanfaatan air, energi listrik, bahan bakar minyak, kayu, material alam lainnya dan energi manusia seraya dapat mengurangi limbah dalam pelaksanaan pekerjaannya, maka total dampak kontribusinya (termasuk semen) terhadap pengurangan emisi CO2 per tahun sekitar 10 juta ton CO2 yang setara dengan penyerapan CO2 oleh 500 ribu pohon besar dalam setahun (asumsi 1 pohon besar rata-rata dapat menyerap 20 ton CO2/tahun).

adsense-fallback

 Prinsip Kerja Ramah Lingkungan

  1. Hemat bahan
  2. Hemat Energi
  3. Hemat Tempat
  4. Hemat Air

 Hemat bahan

  • Manfaatkan bahan sehemat mungkin : Gunakan bahan sesuai aturan yang Ditentukan, Gunakan alat ukur/ takaran yang benar.
  • Hindari bahan terbuang percuma : Upayakan sisa bahan/bahan yang tercecer untuk digunakan pada pekerjaan lainnya.
  • Gunakan bahan kertas semen bekas dan lain sejenisnya untuk menampung spesi yang tercecer/terbuang.
  • Setiap 15 menit, sisa/ceceran spesi terbuang yang ditampung dapat dimanfaatkan/diproses kembali sebagai bahan adonan spesi baru.

 Hemat Energi

  • Hemat tenaga listrik dan waktu : Matikan peralatan listrik (AC, Kipas Angin, TV, …) bila sudah tidak perlu difungsikan/ dipakai, Manfaatkan waktu kerja sebaik-baiknya.
  • Manfaatkan listrik seperlunya : Matikan penerangan dan alat listrik lainnya bila sudah tidak digunakan.
  • Hindari boros waktu :  Gunakan waktu kerja secara efisien dan efektif.
  • Manfaatkan tenaga sebaik-baiknya : Gunakan tenaga secara efisien dan efektif.

 Hemat Tempat

  • Manfaatkan tempat sebaik-baiknya : Gunakan tempat/ruang secara efisien.
  • Atur tempat sesuai dengan jenis dan klasifikasi material/pekerjaan :  Atur/tempatkan material/pekerjaan sesuai jenis/klasifikasinya untu memudahkan pengambilan dan pengontrolan.
  • Manfaatkan tempat sesuai fungsinya : Gunakan tempat yang memadai dengan jenis dan karakteristik material/ pekerjaan , Hindari penempatan material yang tidak sesuai agar tidak terjadi kerusakan material/bahan.

 Hemat Air

  • Manfaatkan air seperlunya : Gunakan drum/wadah lain sejenisnya sebagai tempat penampungan air, Gunakan air sesuai kebutuhan, Hindari menggunakan air langsung dari kran/slang atau pompa air.
  • Matikan kran sebelum bak air meluber : Tutup kran air sebelum air tumpah.
  • Hindari menumpahkan air

(Buku saku “PETUNJUK KERJA RAMAH LINGKUNGAN UNTUK TUKANG BANGUNAN”)

adsense-fallback