Rumah Ramah Lingkungan dan Hemat Energi

adsense-fallback

Rumah Ramah Lingkungan dan Hemat Energi

Oleh Budy M. Tobing

Rumah Merupakan istana bagi pemiliknya, dan berarti segalanya bagi penghuninya. Akan tetapi konsep rumah yang tidak ramah terhadap lingkungan serta tidak berorientasi kepada pola hemat energi, belumlah ideal. Konsep rumah ramah lingkungan di antaranya diwujudkan dalam penggunaan AC dengan refrigerant (freon) yang tidak merusak ozon, penggunaan sumber energi yang tidak berpolusi, dan lain sebagainya. Selain itu, desain rumah juga dibuat sedemikian rupa agar cahaya matahari dan sirkulasi udara dapat masuk dengan baik ke dalam rumah, sehingga akan dapat mengurangi penggunaan energi listrik untuk penerangan atau penyejuk ruangan, seperti kipas angin atau AC. Atau bisa juga dengan menggunakan lampu jenis hemat energi dan lain sebagainya. Itu semua adalah beberapa cara untuk membuat rumah yang peduli dengan penghematan energi

adsense-fallback

Cara lain agar rumah dapat disebut sebagai rumah ramah lingkungan dan hemat energi adalah memanfaatkan sumber energi yang juga ramah lingkungan dan hemat energi, salah satunya adalah energi surya (matahari).

Energi Matahari

Pemanfaatan energi matahari saat ini telah banyak digunakan di seluruh dunia dalam bentuk aplikasi yang beraneka ragam. Energi matahari, misalnya, digunakan untuk memanaskan air, yang dikenal dengan nama pemanas air tenaga surya ( solar water heater). Ada juga pengubahan cahaya matahari menjadi listrik melalui modul solar (solar Sell), yang disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS adalah suatu sistem yang ramah lingkungan, tidak menimbulkan bahaya ataupun polusi, dan hemat energi karena memanfaatkan energi matahari.

Energi matahari dapat diubah menjadi energi listrik (listrik arus searah atau lebih dikenal dengan sebutan direct current) melalui modul surya ( solar module). Listrik yang berupa arus searah (DC) tersebut memiliki tegangan 12 Volt. Listrik ini dapat langsung digunakan/dimanfaatkan, atau dapat juga disimpan ke dalam media penyimpan listrik berupa batere/aki untuk penggunaan pada malam hari. Pengisian listrik ke dalam batere/aki dan penggunaan listrik dari batere/aki diatur dengan alat yang disebut controller untuk menghindari overcharge (waktu pengisian yang terlalu lama) dan overdischarge (kekosongan yang terlalu lama) pada batere/aki. Pengaturan ini membuat masa penggunaan ( life time) batere/aki lebih lama.

Untuk aplikasi penggunaan listrik arus bolak-balik ( alternating current) dapat dilakukan melalui alat DC/AC inverter, yang mengubah listrik berarus DC menjadi listrik berarus bolak-balik (AC), seperti 110 Volt ataupun 220 Volt. Sedangkan kapasitas daya (Watt) ataupun tegangan (Voltage) listriknya dapat dirancang sesuai keinginan.

Penggunaan PLTS untuk Rumah Tinggal

Secara umum, yang dapat memanfaatkan listrik tenaga surya adalah rumah tinggal, baik di perkotaan ataupun di pedesaan. Listrik tersebut digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, yang meliputi penerangan, televisi, radio, setrika, kulkas, komputer, AC, pompa air, dan lain sebagainya.

Komponen utama dari sistem PLTS adalah modul surya yang lebih dikenal dengan sebutan solar cell atau photovoltaics. Kapasitas modul surya disebut dalam Watt peak (Wp), artinya 1 Wp identik dengan 1 Watt listrik. Jadi untuk modul surya berkapasitas 60 Wp dapat menghasilkan energi listrik sebanyak 60 Watt per jam, apabila modul surya tersebut disinari matahari secara terus menerus selama 1 jam. Sehingga dengan asumsi rata-rata sinar matahari yang diserap oleh modul surya tersebut adalah 5 jam per hari, maka dapat menghasilkan listrik sebesar 60 Watt x 5 jam = 300 Wh (Watt hour) per hari.

Sebagai ilustrasi, 300 Wh tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan 5 lampu jenis hemat energi ukuran 5 Watt (identik dengan lampu pijar 25 Watt) selama 12 jam non-stop setiap harinya (5 lampu x 5 Watt x 12 jam = 300 Wh). Sehingga untuk rumah berukuran sedang dengan jumlah titik lampu sebanyak 20 lampu, hanya membutuhkan 4 modul surya kapasitas 60 Wp yang dirangkai secara pararel ataupun serial. Meskipun nilai rupiah sistem PLTS untuk contoh 20 lampu tersebut lumayan mahal, kurang lebih Rp 10 juta, Anda dapat melakukan banyak penghematan energi. Ukuran modul surya yang berkapasitas 60 Wp adalah panjang 74 cm, lebar 64 cm, tebal 5 cm dengan berat yang hanya 6 kg.

Karakteristik Modul Surya

Modul surya memiliki beberapa karakteristik yang sangat istimewa selain ramah lingkungan dan hemat energi, yaitu tahan terhadap cuaca (waterproof), sehingga Anda tidak perlu kawatir apabila modul ini kehujanan. Anda tidak perlu repot-repot membersihkan modul surya ini secara berkala, karena modul surya tidak memerlukan perawatan. Modul surya ini juga sangat mudah untuk dipindahkan, bila dirasa posisi/letaknya kurang cocok, bahkan modul ini dapat berfungsi sebagai pengganti genteng. Penambahan kapasitas daya (Watt) dapat dilakukan kapan saja dan tidak terbatas, dengan catatan selama tempat yang ada masih memungkinkan. Tidak ada biaya operasional, dan masa gunanya bisa lebih dari 30 tahun, dengan jaminan penggunaan selama 25 tahun dari pihak produsen. Modul ini dapat berfungsi 24 jam sehari, 365 hari dalam setahun non-stop tanpa ada resiko listrik padam dengan kualitas output listrik yang stabil. Selain itu, modul sur ya ini masih dapat menghasilkan listrik walau cuaca mendung, serta tidak menimbulkan bahaya seperti radiasi dan sengatan, juga tidak menimbulkan polusi udara dan suara.

Kekurangan dari modul surya ini adalah harganya yang lumayan mahal saat pembelian pertama. Akan tetapi, dengan memiliki rumah ramah lingkungan dan hemat energi, maka banyak manfaat yang dapat dinikmati termasuk ikut peduli dengan program langit biru dan program hemat energi dari pemerintah dan dunia internasional. (Budy M. Tobing/Tabloid Rumah)

Judul Artikel : Rumah Ramah Lingkungan dan Hemat Energi

adsense-fallback