Sisi Lain KPR (1)

adsense-fallback

Sisi Lain KPR (1)

Sejak populer beberapa tahun silam, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) praktis menjadi bintang untuk urusan pemenuhan properti, khususnya rumah. Ada ratusan buku, artikel, jurnal, dan sebagainya yang mengambil tema KPR untuk dibahas. Mulai dari serba-serbinya, fenomena bunga, perkembangan, sampai trik memilih jasa penyedia KPR yang baik. bagi Anda yang sudah mafhum dengan itu semua, di kuartal pertama 2014 ini, mari menilik sisi lain KPR.

Tentang KPR

adsense-fallback

Berbicara tentang KPR artinya meluangkan waktu lebih intens. Banyak sekali materi yang perlu diketahui. Pertama, Anda mungkin harus tahu beberapa jenis KPR yang ada. Beberapa literatur membagi KPR menjadi dua, yang bersubsidi dan yang tidak bersubsidi. KPR bersubsidi yang kini sedang marak, merupakan program pemerintah untuk masyarakat dengan syarat khusus. Subsidi yang diterima berupa keringanan uang muka atau bunga. Bank-bank pemerintah umumnya menyalurkan KPR jenis ini. Berbeda dengan KPR bersubsidi, KPR Non-Subsidi dapat diperoleh di hampir seluruh bank atau institusi penyedia jasa KPR dan diperuntukan untuk masyarakat umum. Ada juga yang mengklasifikasikan KPR berdasarkan kepemilikannya, seperti KPR pembelian, KPR sekaligus, KPR pembangunan, KPR alih pinjam, KPR syariah, dan lainnya.

Bunga dan Jangka Waktu

Semakin pendek jangka waktu pinjaman, total bungan yang dibayar untuk tingkat yang sama akan lebih kecil. Itu mungkin gambaran singkat tentang bunga dan jangka waktu KPR. Kebanyakan KPR sekarang menawarkan skem pembayaran tidak lebih dari 20 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan ada yan lebih, misal Bank BTN hingga 25 tahun. Untuk urusan suku bungan, ada tiga metode perhitungan bunga. Pertama, metode flat, pada metode ini besaran bunga yang telah ditetapkan bank sebagai kreditor dikalikan utang pokok pinjaman awal debitur, walaupun kita sudah mengangsurnya bertahun-tahun. Kedua, metode efektif, dalam metode efektif bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya sesuai dengan utang pokok pinjaman bulan sebelumnya. Ketiga, metode anuitas, metode ini mengatur agar total jumlah angsuran atau cicilan per bulan yang dibayar debitur selalu sama tiap bulannya.

Selain tiga metode itu, sifat suku bunga juga perlu dipahami. Ada yang mengambang (floating) dan tetap (fixed). Untuk suku bunga yang sifatnya mengambang, besarnya dapat berubah sesuai kebijakan bank. Sedangkan yang sifatnya tetap, bunga yang dibayarkan akan tetap selama periode yang disepakati. Untuk itu perlu diketahui, yang mana sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita. Sifat bunga fixed cocok untuk debitur yang memiliki penghasilan tetap dan tak mau mengambil resiko, sedangkan sifat bunga floating lebih cocok untuk profil yang bisa mengambil resiko.

Untung-Rugi KPR

Keuntungan utama dari KPR adalah Anda tidak perlu menyediakan uang tunai 100% untuk memiliki rumah. Besar uang muka yang ditawarkan beragam, umumnya sekitar 30% dari total harga. Selain itu KPR juga menjamin Anda untuk urusan paperwork. Pihak bank dan pengembang akan akan melakukan pengecekan menyeluruh tentang legalitas dan status rumah yang akan di-KPR-kan. Namun bagi Anda dengan pasokan dana terbatas, untuk KPR dengan jangka waktu di atas tiga tahun, ada kemungkinan suku bunga yang dibebankan cukup besar. Nasabah sebaiknya siap secara finansial , karena suku bunga mungkin akan naik sekitar 3-5% dari suku bunga awal. Dan untuk mencicil KPR yang disarankan adalah maksimal 35% dari rata-rata penghasilan per bulan, untuk mereka yang tidak puny komitmen cicilan lain. Sementara untuk mereka yang punya komitmen lain, seperti membayar tagihan kartu kredit atau membayar angsuran kendaraan bermotor, dana untuk mencicil maksimal 20% dari rata-rata penghasilan per bulan. (BintangHome/277)

Judul Artikel : Sisi Lain KPR (1)

adsense-fallback