Tips dan cara berinvestasi properti

adsense-fallback

Tips dan cara berinvestasi property:

Investasi di sektor properti memiliki banyak risiko. Namun, bila itu dapat dikendalikan, keuntungan yang didapat juga akan berlipat.

Siapkan modal awal yang sepadan

adsense-fallback

Modal minimal yang harus anda miliki untuk down payment adalah 20% – 30% dari harga properti. Jika memiliki dana berlimpah, membeli dengan tunai keras ( hard cash ) cukup dianjurkan asal tidak mengganggu cash flow. Karena biasanya pengembang memberikan diskon yang cukup besar, jika customer membeli dengan tunai keras.

Tentukan lokasi yang strategis

Lokasi menentukan segalanya dalam berinvestasi property. Fasilitas yang terdapat di lingkungan sekitar juga sangat penting. Contoh: dekat dengan Pusat Perbelanjaan, akses jalan tol, halte busway, Rumah Sakit, Sekolah,dll.

Periksa kelengkapan dokumen

Jangan pernah membeli aset property yang belum jelas statusnya atau masih dijaminkan kepada pihak lain. Hindari pula aset yang masih dalam sengketa di pengadilan karena kasus pembagian harta warisan, harta gono-gini dan lainnya. Pastikan pula aset yang anda beli, memiliki dokumen yang lengkap, seperti sertifikat tanah ( SHM atau HGB ), Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ), kalau ada bangunannya mintalah blue print SPPT PBB tahun terakhir. Periksa data – data pada dokumen tanah dengan kenyataan fisiknya ( luas tanah, lokasi, masa berlaku, dll )

Memilih alternatif pembiayaan property

Membeli properti secara tunai sebenarnya cukup dianjurkan, jika tidak mengganggu cash flow anda. Namun seringkali menunggu hingga dana terkumpul 100% untuk pembelian tunai membutuhkan waktu yang lama. Itu sebabnya, sebagian besar orang memanfaatkan pendanaan pihak ketiga, khususnya perbankan. Berapapun besarnya pinjaman yang anda ambil untuk membeli aset properti, pastikan anda mampu membayar cicilan bulanan ( maksimal 30% dari pendapatan bulanan ). Pertimbangan lain, pahami baik – baik skema kreditnya, sistem bunga tetap atau mengambang, besar cicilan dan tenor yang tersedia dari bank pemberi kredit. Semuanya ini akan memberikan anda kemudahan mengatur arus kas, sesuai dengan tujuan investasi anda.

Harus jeli melihat harga

Setelah menentukan lokasi, maka langkah selanjutnya adalah anda harus mengecek harga pasar properti tersebut. Biasanya, harga pasar properti itu tidak terlalu jauh dari harga Nilai Jual Objek Pajak ( NJOP ). Yang menentukan harga sebuah properti benar – benar naik adalah tingkat minat, dan kebutuhan orang atas properti yang dijual itu. Usahakan anda rajin mengamati pergerakan harga properti dari forum – forum properti atau iklan baris di media massa.

Harus hitung asumsi imbal balik

Investasi properti yang baik adalah investasi yang bisa memberikan imbal balik berupa pendapatan tetap ( dari sewa ), dan potensi kenaikan harganya. Asalkan lokasi properti tepat dengan karakter dan kebutuhan pasar, harga akan perlahan merangkak naik. Asal anda tahu, rata – rata tingkat keuntungan investasi rumah di Indonesia berkisar antara 10% – 25% per tahun.

Jangan lupa hitung biaya lain

Tahap selanjutnya adalah memperhatikan sejumlah biaya yang akan anda tanggung. Biaya itu antara lain: biaya pembelian tanah ( biaya notaris, pajak, balik nama sertifikat, dll ), PBB tahunan, listrik, air, kebersihan, keamanan. Biaya perawatan properti juga harus anda siapkan, hal ini bertujuan agar properti yang anda miliki layak dijual atau disewakan kembali. Hasil investasi memang akan berkurang dengan adanya berbagai macam biaya tadi, maka dari itu jagalah agar pada masa investasi, anda bisa menekan biaya serendah mungkin.

Judul Artikel : Tips dan cara berinvestasi properti

adsense-fallback